kriteria website user friendly

Salah satu yang membuat website banyak dikunjungi adalah website tersebut mudah digunakan (user friendly). Selain itu, masih ada banyak manfaat lagi yang bisa sobat dapat dari wesbsite user friendly.

Misalnya, sobat mempunyai toko online maka akan memudahkan sobat dalam mendapatkan pembeli. Hal ini karena website user friendly dapat memudahkan pengunjung mendapat barang yang diinginkan.

Begitu juga jika sobat mempunyai website portofolio atau blog personal. Aspek user friendly akan membantu pengunjung mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Sehingga kesepakatan kerjasama bisa lebih cepat didapatkan.

Untuk membuat website menjadi user friendly maka sobat perlu mengetahui kriteria website user friendly terlebih dahulu.

Nah, tidak perlu lama-lama langsung saja simak penjelasan berikut:

Kriteria Website User Friendly

Ada beberapa kriteria yang perlu sobat tahu untuk membangun website menjadi user friendly. Paling tidak website harus memehuni kriteria di bawah ini agar menjadi user friendly.

Mudah Diakses

Pertama website sobat harus mudah diakses. Untuk memastikan website mudah diakses atau tidak ada dua cara, yaitu dengan melihat server uptime dan nama domain.

Website yang mudah diakses berhubungan dengan server uptime. Apa itu server uptime? Yaitu website yang berlangganan paket hosting dengan jaminan uptime yang tinggi.

Dengan performa seperti ini membuat website selalu online. Selain itu, tidak ada lagi tulisan “Bandwidth Limit Exceeded” yang muncul di halaman web.

Kemudian berhubungan dengan nama domain. Website yang user friendly biasanya mempunyai nama domain sendiri yang mudah dieja. Sehingga pengunjung tidak perlu susah-susah mengetik alamat website.

Jadi, pemilik website tidak perlu khawatir kehilangan trafik karena pengunjung malas mengetik atau mencari alamat yang sulit.

Pada dasarnya, dalam memilih domain beberapa situs populer akan menuruti aturan tak tertulis. Seperti aturan:

 Nama domain yang singkat;

 Nama domain yang mudah diingat;

 Nama domain yang diambil dari nama brand;

 Nama domain yang tidak memakai angka dan tanda penghubung;

 Nama domain yang dilengkapi ekstensi yang unik.

Cepat Diakses

Menyepelekan kecepatan website merupakan salah satu kesalahan besar bagi pemilik website. Terlebih lagi jika website tersebut dijalankan untuk bisnis. Mengapa demikian? Sederhana saja karena waktu adalah uang.

Loading yang lama bisa membuat pengunjung geram atau bahkan malas untuk berkunjung lagi. Itulah sebabnya banyak pemilik ecommers yang membuat websitenya agar dapat diakses secepat mungkin.

Hal ini tentu untuk menghindari kerugian, karena dalam sebuah riset di tahun 2012, website yang lemot ternyata bisa membuat usaha retail merugi 30 Miliar tiap tahunnya.

Nah, agar website cepat diakses biasanya pemilik website akan melakukan beberapa pengoptimalan, seperti:

 Mengaktifkan caching website;

 Melakukan kompresi pada gambar di web;

 Meminimalisir penggunaan plugin;

 Memilih tema yang ringan dan tidak berlebihan;

 Membatasi jumlah konten per halaman.

Struktur Website yang Jelas

Dalam dunia blogging struktur website menjadi salah satu hal yang tidak kalah penting untuk user.

Struktur website yang jelas akan membantu user menjelajah web dengan mudah dan menemukan apa yang diinginkan. Apalagi jika website sobat memiliki konten yang beragam.

Agar struktur website menjadi jelas maka perlu disusun ke dalam kategori atau sub kategori yang sesuai. Selain itu, kategori-kategori tersebut juga perlu disusun lagi menjadi kelompok-kelompok seperti menu.

Struktur tersebut nantinya akan terlihat di head menu. Jika bicara best practice, banyak website yang membatasi strukturnya ke dalam dua tingkat saja. Hingga strukturnya menjadi menu > submenu atau menu > submenu > sub-menu.

Selain terlihat lebih simpel dan tidak membingungkan, menggunakan struktur web yang ringkas akan memudahkan crawling pada mesin pencari.

Adanya Menu Navigasi yang Efektif

Point keempat ini memiliki hunbungan yang sangat erat dengan struktur web. Hal ini karena navigasi web tidak bisa lepas dari struktur web.

Jika diistilahkan struktur web adalah kamar-kamar tempat menaruh konten sedangkan navigasi web adalah pintu pembuka kamar-kamar tersebut.

Sebuah website dikatakan user friendly ketika bisa menaruh pintu yang tepat untuk setiap konten. Jadi saat pengunjung masuk ke sebuah pintu, pengunjung bisa langsung menemukan apa yang mereka cari. Tanpa harus bolak-balik mencari pintu lagi.

Untuk mengetahui sebuah website memiliki menu navigasi yang baik atau tidak sobat bisa memperhatikan hal-hal berikut:

 Website memiliki struktur yang rapih;

 Menggunakan kata kunci dalam menamai menu navigasi;

 Tidak menggunakan gambar untuk membuat navigasi web;

 Tidak ada link yang rusak atau broken links pada halaman web.

Link tidak akan bisa lepas dari struktur dan navigasi web. Oleh karena itu, kriteria website user friendly tidak bisa lepas dari yang namanya link.

Link yang berada di halaman web dianggap penting bukan hanya karena bisa diklik. Pada dasarnya link dipakai untuk mengarahkan pengunjung ke konten-konten lain yang ada di dalam web (link internal).

Di samping itu link juga bisa dipakai untuk menambahkan relevansi konten melalui baclink.

Baca juga : Apa itu Backlink dan Cara Mendapatkan Backlink Berkualitas

Untuk membuat link mudah dikenali caranya juga mudah. Sobat bisa menggunakan format yang umum dipakai untuk membuatnya, seperti:

 Membuat anchor text ke dalam kata kunci;

 Membuat anchor text dengan format underline atau digarisbawahi;

 Membuat achor text dengan warna yang mencolok atau dicetak tebal (bold)

Link yang terlihat dengan jelas dan mudah dikenal akan memudahkan pengunjung melakukan preview URL. Karena pada dasarnya sebelum mengklik link yang tertara pengunjung akan melihat relevansi link tersebut.

Hal ini juga berguna bagi pengunjung untuk menghindarkannya dari link phising.

Judul Konten dan Url yang Relevan

Judul konten dengan URL konten keduanya saling berhubungan. Selain berhubungan keduanya juga menentukan tingkat user friendly sebuah website.

Oleh karena itu, idealnya judul konten harus bisa mewakili isi konten. Biasanya dengan cara menaruh kata kunci ke dalam judul konten.

Adapun gaya penulisan judulnya disesuaikan dengan selera pemilik website. Bisa menggunakan judul konten yang kekinian atau judul yang simpel seperti koran. Asalkan judul konten tidak membohongi pengunjung.

Setelah sobat memahami masalah judul konten, selanjutnya sobat juga perlu mengatur URL konten. Buatlah URL atau slug dengan singkat dan memuat kata kunci utama. Ini akan membuat user bisa mengetikkan URL secara cepat ke address bar.

Konten yang Runtut dan Mudah Dibaca

Satu lagi yang menjadi syarat penting website user friendly yaitu kualitas konten. Apalah arti sebuah website jika kontennya amburadul. Betul bukan?

Untuk memastikan konten berkualitas bisa dilihat dari susunan informasinya. Susunan informasi yang runtut bisa membantu pembaca dalam memahami isi konten.

Sobat bisa menggunakan kaidah kalimat bahasa Indonesia. Sobat bisa menaruh inti permasalahan di awal bacaan atau di akhir bacaan. Gunakan juga gambar atau kutipan dalam konten untuk mempermudah pembaca dalam memahami isi konten.

Itulah tadi beberapa kriteria website user friendly. Agar website sobat menjadi user friendly maka perlu memenuhi kriteria-kriteria di atas. Paling tidak salah satu kriteria di atas bisa membuat website sobat menjadi one page.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Rekomendasi 10 Blog Sarat Informasi yang Layak Untuk Dikunjungi

Apa yang sering sahabat lakukan di sela rutinitas sehari-hari? Tentu banyak sekali…

Cara Memilih Nama Domain,10 Tips dan Rekomendasi

Seberapa pentingkah sahabat harus memikirkan cara memilih nama domain sahabat? Apakah benar…

Jadi Jutawan Lewat Blog, Kenapa Tidak? Ini Caranya!

Di era digital seperti sekarang ini, pekerjaan tidak melulu mengharuskan sahabat pergi…

Syarat Terbaru Agar Diterima Google Adsense

Salah satu cara untuk mendapatkan penghasilan dari blog adalah dengan layanan iklan…